Posts

Selfish?

Mungkin salah satu kata yang agak sering terdengar di masa “pandemik” seperti sekarang ini adalah “selfish” (mementingkan diri sendiri). Ada orang-orang yang menganggap mereka yang tidak mematuhi lockdown atau PSBB (di Indonesia) sebagai orang yang selfish. Dari komentar atau tulisannya sepertinya mereka sangat peduli dengan orang lain. Di masa pandemik ini tiba-tiba banyak bermunculan orang-orang yang “rohani” atau peduli dengan orang lain. Tapi apakah benar demikian adanya? Kebetulan saya lumayan aktif mengikuti perkembangan berita melalui Twitter dengan memfollow orang-orang yang cukup berpengaruh baik ataupun akun-akun yang menurut saya cukup obyektif. Dari pengamatan saya tidak sedikit orang yang memanfaatkan atau menggunakan situasi ini untuk memojokkan orang lain yang menjadi musuh ataupun orang yang mereka benci. Mereka seakan-akan bersimpati atau sangat peduli kepada yang akan ataupun sudah menjadi “korban.”  Misalnya saja jika di Amerika tidak sedikit orang-orang yang...

Covid-19 dan Eskatologi

Terlepas dari setuju atau tidak dengan penafsiran yang mengaitkan Covid dengan eskatologi (hal-hal yang berhubungan dengan akhir),  pesan eskatologi memang memberikan kita harapan bagi kita hidup dizaman seperti ini sebagaimana dikatakan Michael Kruger. "Eskatologi bukanlah sebuah topik khusus untuk para teolog atau pakar alkitab, eskatologi adalah topik untuk setiap orang kristen dan karena itu juga bagi setiap orang. Kita semua hidup disebuah dunia yang gelap, dan tidak ada pesan yang lebih relevan bagi mereka yang hidup di sebuah dunia yang gelap daripada sebuah pesan bahwa suatu hari dunia akan berubah." Eskatologi tidak hanya berbicara tentang kedatangan Tuhan, kehancuran apokaliptik (eskatologi umum) tapi juga tentang kematian (eskatologi pribadi). Dengan demikian setiap orang pada akhirnya akan mengalami realitas eskatologis, apakah saat ini mereka mempertimbangkannya atau tidak, mereka akan tetap mengalaminya karena realitas eskatologis adalah hal yang tidak terhi...

Origenes Yang "Kebablasan"

Mungkin banyak sudah pernah mendengar nama Origenes. Ya, Origenes adalah seorang bapa gereja yang terkenal di abad ke 3, bapa gereja yang sangat cerdas. Kecerdasannya ini tidak hanya dikagumi oleh orang kristen tapi juga mereka yang kafir mengaguminya. Banyak orang cerdas tapi jarang ada orang cerdas yang bisa membuat tujuh sekretarisnya sibuk melalui dikteannya seperti Origenes. Semasa hidupnya Origenes telah menghasilkan sekitar 2000 karya. Beberapa yang terkenal adalah Hexapla (kritik teks), On First Principle (teologi sistematis) dan Againts Celcus (Apologetika). Namun yang menarik walaupun dia terkenal sangat cerdas dan produktif, tidak seperti kebanyakan orang yang cerdas dan produktif lainnya di zaman sekarang, Origenes merupakan seorang kristen yang sangat berkomitmen, saleh, dan pada suatu titik banyak akan orang kristen akan mengatakan bahwa dia kebablasan. Coba pertimbangkan beberapa fakta berikut ini: - Ketika masih berusia 16 tahun Origenes ingin menyerahkan diri jad...

Is it all right to call God Allah? – Craig Keener

Some people today debate whether it is all right for Christians to call God “Allah.” Those within cultures that speak Arabic (or Hausa or other languages that use this title) have a right to discuss whether there might be inappropriate connotations in some of their contexts (or where it might be against the law). But from a purely language standpoint, nobody else should be debating it. The English word “God” did not originate as a Christian title. Nor did the Greek word that we translate God, “theos”; that was used for pagan Greek deities long before the spread of monotheism in the Greek-speaking world. Canaanites called their chief god “El” and their gods “elohim” before the patriarchs could adopt these titles for the true supreme God. “Allah” in Arabic is related to the Hebrew term for God. It makes no more sense to prohibit Arabic-speaking Christians from using an Arabic term for God, understood in a Christian way, than to prohibit English-speaking Christians from using the te...

Anda tidak akan mati sebelum waktunya

Kalau Tuhan telah menetapkan kita untuk melakukan pekerjaan-Nya maka yakinlah kita tidak akan mati sebelum pekerjaan kita selesai. Saya tahu seorang Kristen yang mengidap HIV karena kesalahannya di masa lalu. Orang ini begitu yakin sewaktu dia di vonis terjangkit HIV bertahun-tahun lalu dia akan segera mati. Ketika itu kematian bagi dia bukan sesuatu yang menakutkan karena dia telah mengenal Kristus. Orang ini berdoa “Tuhan, kalau Tuhan panggil saya, saya berterima kasih, tapi kalau Tuhan berikan saya panjang umur, kiranya Tuhan pakai kehidupan saya.” Singkat cerita orang Kristen ini dari tubuh yang begitu kurus dan lemah berangsur-angsur mulai pulih (dia minum obat setiap hari) dan hidup normal sebagaimana orang kebanyakan. Orang-orang di sekitarnya dahulu   berpikir dia bakal mati dan sekalipun dia terus hidup, hidupnya akan menyusahkan orang lain. Sebuah kehidupan yang tidak berguna. Namun demikian Tuhan Yesus membalikan keadaan tersebut, Dia memberikan harapan dan mim...

What Is the Rapture? // Ask Pastor John

Image

Apa yang di percaya Katolik-Roma dan apa yang membedakannya dengan iman Kristen

Banyak orang berpikir bahwa Katolik-Roma dengan kristen [1] adalah sama, bahkan orang-orang kristen awam pun biasanya menganggap apa yang dipercaya oleh Katolik-Roma dengan kristen adalah sama. Mereka bisa beranggapan demikian karena beberapa hal, pertama adalah karena mereka tidak pernah menyelidiki apa sebenarnya yang dipercaya Katolik-Roma dan kedua adalah karena mereka tidak pernah mempelajari sejarah gereja mengenai terbentuknya Katolik-Roma dan perkembangan sesudahnya. Namun jika kita menyelidiki apa yang sebenarnya dipercaya Katolik-Roma sungguh jauh berbeda dengan apa yang dipercaya oleh iman kristen, sehingga kalau kita mau jujur kita tidak dapat mengklasifikasikan mereka sebagai bagian dari tubuh Kristus. [2] Bahkan Leonard Ravenhill pernah mengatakan bahwa Roma-Katolik adalah “pemalsuan terbesar yang pernah dilakukan oleh Lucifer” [3] Leonard Ravenhill berkata demikian karena dia melihat betapa Katolik-Roma telah menipu begitu banyak orang sehingga mereka berakhir di...