Sesawi - Verga Agustinus
Biji sesawi bertanya pada batu 'Siapakah ibuku ?' 'Siapakah ayahku ?' Jawab sang batu 'Ibumu debu' 'Ayahmu adalah kabut pagi yang nyaris beku' Bertanya lagi sesawi, 'Lalu, dimanakah rumahku ?' Jawab sang batu, 'Rumahmu berada di langit baru, bumi baru, Dimana waktu bukanlah angka, melainkan sungai tak bermuara' 'Aku ingin pulang' tangis sesawi Isaknya menguap oleh sinar mentari Sesawi mati, petani tak peduli Terus menabur hingga tumbuh pagi Setelah batu lebur oleh api